Selasa, 25 Juni 2013

00:36 Mereka datang sendiri

yah kembali malam, kembali kembali dan kembali ...
Entahlah, sudah banyak aku menemukan kata-kata buruk tentang diriku ...
Mungkin saja aku bebal, atau sudah terlalu banyak, dan entahlah ...

Mereka semua datang sendiri, segalanya, teman, amanah, tugas, kewajiban, hak, acara, mereka datang sendiri. 
Aku tidak pernah bisa menolak itu semua, semua kesalahanku di awal, membuatku tidak fokus, membuat seakan - akan aku gila dengan ini semua, dengan amanah yang entah aku sangat sulit menolaknya, aku takut ketika menolak akan membuat orang lain kecewa, dan entahlah.

Aku tak pandai menolak, aku selalu mengatakan oke oke dan oke ketika ada sms yang berkali-kali masuk ke hape-ku. Aku takut menolak, karena alasan yang sama dengan paragraf sebelum ini.. Dan tapi sudahlah.. 

Sepertinya benar, aku harus memilih.


Minggu, 16 Juni 2013

Aku sangat suka disini

Beberapa minggu lagi kembali ke kampung halaman, dan Aku sangat suka disini

Aku sangat suka disini, bukan karena alam atau wisatanya, karena lebih bagus disana daripada disini.
Aku sangat suka disini, bukan karena kehangatan keluarga, karena lebih hangat disana daripada disini.
Aku sangat suka disini, bukan karena tertawa, karena aku lebih lepas disana daripada disini.

Aku sangat suka disini, bukan karena aku tidak rindu dengan mereka, tapi karena aku benar-benar merindukan mereka hingga akhirnya aku serius berjuang disini 

Aku sangat suka disini karena aku bebas, bebas untuk berjuang dengan caraku sendiri.
Aku sangat suka disini karena aku suka dengan apa yang aku pelajari saat ini, tidak dimana aku bersusah payah untuk mengerti apa yang tidak aku sukai.
Aku sangat suka disini karena banyak hal, termasuk karena ada kamu didalamnya *tsaaaah
Aku sangat suka disini karena tentu lebih banyak tantangan yang menanti.
Aku sangat suka disini karena banyak hal luar biasa yang aku temui.

Dan yang terakhir 

Aku sangat suka disini karena aku sangat suka disini

Ilmu buat Kita, Nilai buat Orang Tua

Ilmu itu buat kita , nilai itu buat Orang Tua - Anonim

Sudah lama tidak menulis, tangan jadi kaku, pikiranpun jadi buntu. Maklum saja, sebagai mahasiswa yang memiliki fans begitu banyak dan padatnya schedule yaaaa bikin jadwal nulis berantakan *tssaaaaaaaah

Bingung mau nulis apa, akhirnya malah mutusin buat nulis tentang UAS. Gak banyak yang mau diceritakan. Cuman, aku tertarik dengan kalimat ini, kalimat yang dikatakan oleh seorang teman yang entah aku lupa siapa dia.

Hari itu, aku tak sengaja mendengarkan percakapan ini. Entah, waktu telah menunjukkan pukul berapa. Akhirnya, yang jelas kurang lebih seperti ini percakapan mereka ...........

A : Nilai gak menjamin bro ....

B : Emang gak menjamin kenyataannya (sambil baca buku)

A : Lhaa terus ngapain kita pikirin nilai ? yang penting itu ilmu dan pengalaman ...

B : Saya setuju, Ilmu itu buat kita, nilai itu buat orang tua kita disana. Kadang hidup itu ya kayak gitu, orang tua kita disana gak mau tau, yang jelas anaknya punya IP tinggi terus nilainya bagus. Boleh jadi kita banyak ilmu dan pengalaman, tapi kita juga harus tanggung jawab sama kuliah kita kan?

A : tapii ......... 

Kemudian bicara basa basi seperti biasa ~ 

Nilai buat orang tua ? entahlah

Minggu, 19 Mei 2013

Kisah Gather - Part 8 (ingat kembali)

Terlalu panjang kumpulan kisah ini untuk di ceritakan

Terlalu panjang pula kumpulan memori ini mampu tuk terpanggilkan kembali
Tapi ntahlah, kini ku Ingat Kembali 

Terakhir kali membicarakan cinta dengan mereka sekitar beberapa hari yang lalu.
Namun bedanya, kami tak tatap muka.
Diatas keyboard dan di tengah kamar kos ini aku tersenyum.
Sementara mereka, mungkin sedang berkumpul dengan gelak tawa yang sangat aku rindukan itu.

Hahaha, ntahlah.
Ternyata benar, waktu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin aku pergi meninggalkan mereka, rasanya baru kemarin pula aku melihat sunset dari atas bukit ketika kita mengejar matahari seusai menikmati percikan air yang menyimpan sejuta kebahagiaan itu.
Rasanya baru kemarin pula, aku keluar malam dan tertawa di taman kota yang ntah aku yakin tak ada perubahannya itu, mungkin hanya kendaraan yang semakin ramai saja menjadi pembeda berkat kemenangan incumbent yang tidak aku kehendaki untuk memimpin tanah kelahiranku itu lagi.

Kini, aku ingat kembali.
Rasanya sangat berbeda, aku berbeda ketika aku sedang disana.
Disini ? ntahlah.. Aku sibuk memikirkan ideologi, Organisasi, perjuangan, tugas mahasiswa secara riil dan bayang-bayangnya saja, dan aku juga sibuk di depan layar dan bercengkrama asik melalui teman virtual dan mengirimkan pesan yang virtual pula.
Disana ? ntahlah.. Aku sibuk dengan keluargaku, keluargaku yang asli baik riil ataupun bayang-bayangnya. Namun kembali, aku merasakan diriku yang beda. Beda dari segala hal, kehidupan yang sangat berbeda 180 derajat dari sebelumnya.

Mungkin hanya satu yang sama, diriku sebagai pembual dan raja bual serta apa lagi kata yang bisa menyiratkan bahwa aku adalah seorang pembual.

Malam ini, aku ingin menulis kembali cerita tentang kita.
Aku sangat ingin, semoga tak hanya menjadi angin lalu saja.

Dan ? Sampai mana cerita kita kemarin ?

Teruntuk keluargaku Ganteng Brother