Senin, 31 Oktober 2011

Perkembangan sistem Periodik unsur

PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR

A. Pengelompokan Unsur

1. Pengelompokan Unsur cara Lavoiser

Antoine Lavoiser, mendefinisikan bahwa unsur sbg zat yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Lavoiser membuat 33 unsur kimia yang dikelompokkan menjadi gas, nonlogam, logam, dan tanah.
Kelebihan        :>Menulis buku tentang unsur, yang di dalamnya berisi tentang      pengelompokan unsur secara sederhana. 
Kekurangan     :>Tidak dapat menentukan berat atom pada setiapunsur.


2. Hukum Triade

Johann Wolfgang Dobereiner, pada tahun 1817 melihat adanya kemiriripan sifat diantara beberapa unsur. Dobereiner mengelompokkan setiap tiga unsur kimia yang sifatnya mirip menjadi satu kelompok (triad) berdasarkan kenaikan berat atomnya.
Kelebihan        :>Dapat mengetahui berat atom pada masing-masing unsur.
 >Memelopori penyusunan tabel periodik berdasarkan berat atom.  
Kekurangan     :>Sejak ditemukannya unsur-unsur baru, banyak unsur yang mempunyai sifat mirip, tetapi jumlahnya lebih dari tiga. Misalnya unsur florin yang mirip dengan unsur triad halogen (klorin, bromin, iodin)



3. Hukum Oktaf

Alexander Reina Newlands, pada tahun 1864 mengelompokan unsur-unsur kimia berdasarkan kenaikan berat atom. Sifat-sifat unsur akan berulang pada unsur kedelapan (hukum oktaf) sehingga unsur kedelapan akan mempunyai sifat yang sama dengan unsur pertama.
Kelebihan        :>Dapat mengetahui unsur unsur yang sifatnya mirip
 >Upaya Newlands patut dihargai karena ia yang pertama kali     menunjukkan bahwa unsur unsur kimia bersifat periodik
Kelemahan      :>Hanya berlaku untuk 17 unsur pertama saja, selain itu hukum oktaf juga tidak menyediakan tempat untuk unsur-unsur yang baru ditemukan.

4. Sistem Periodik Mendeleev dan Lothas Meyer.

Mendeleev dan Lothas Meyer menghasilkan tabel periodik yang hampir sama. Mendeleev mengamati 63 unsur yang sudah dikenal saat itu. Mendeleev menyimpulkan bahwa  sifat unsur periodik diketahui dari massa atom relatifnya. Hukum mendeleev lebih menekankan persamaan sifat unsur dibanding dengan kenaikan massa atom relatifnya. Akibatnya terdapat tempat-tempat kosong yang diramalkan akan diisi unsur-unsur baru yang pada saat itu belum ditemukan.
Dan di kemudian hari terbukti unsur-unsur yang memiliki kemiripan sifat ditemukan, seperti germanium dan galium.
Kelebihan        :>Beberapa kotak pada tabel Mendeleev sengaja dikosongkan untuk tempat unsur-unsur baru
Kelemahan      :>Penempatan unsur yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya
                        >Masih banyak tempat yang kosong dalam tabel periodik.


5. Sistem Periodik Unsur Moseley

Henry G. J. Moseley, pada tahun 1914 menemukan bahwa urutan unsur dalam tabel periodik sesuai dengan kenaikan nomor atom. Kemudian Moseley menyusun   unsur-unsur tersebut berdasarkan kenaikan nomor atom dalam bentuk periodik.
Kelebihan        :>Mampu memperbaiki kelemahaan tabel periodik Mendeleev
Kekurangan     :>Belum dapat menjelaskan tentang pembagian golongan dan periode



B. SISTEM PERIODIK UNSUR MODERN

Glenn Seaborg, pada tahun 1940 merubah tabel periodik modern, hal ini disebabkan oleh ditemukannya unsur transuranium.

Sistem  periode terdiri atas lajur vertikal (golongan) dan lajur horizontal (periode).

Lajur Vertikal
1. Golongan A (Golongan Utama)
Unsur yang berada dalam satu golongan mempunyai kemiripan sifat yang hampir sama, hal ini karena elektron valensi unsur-unsur tersebut sama. Perhatikan tabel dibawah ini

 Unsur           Susunan Elektron         Elektron Valensi

 3Li              2 . 1                                                                 1
11Na            2 . 8 .1                                                             1
19K              2 . 8 . 8 . 1                                                       1
37Rb               2 . 8 . 18 . 1                                                     1
55Cs               2 . 8 . 18 . 8 . 1                                                1
87Fr               2 . 8 . 18 . 32 . 18 . 8 .1                                   1                                                                                               
 












2. Golongan B (Golongan Tambahan)
Golongan B terletak diantara golongan IIA dan IIIA. Unsur transisi yang mengisi periode 4 merupakan unsur logam , selain itu terdapat deret Lantanida dan deret Aktanida. Unsur-unsur tersebut ditempatkan sendiri pada bagian bawah.


Lajur Horizontal (Periode)
Unsur yang berada pada satu lajur periode sifatnya berubah secara teratur, akan tetapi mempunyai jumlah kulit elektron yang sama.

Hubungan antara konfigurasi elektron dengan letak unsur dalam sistem periodik sebagai berikut.
1)  Jumlah elektron valensi      :Nomor golongan
2)  Jumlah kulit elektron         :Nomor periode  



C. SIFAT KEPERIODIKAN UNSUR

1.Jari-jari atom

Jari-jari atom merupakan jarak dari inti atom sampai elektron terluar.
1) Dalam satu golongan dari atas ke bawah, jari jari atom semakin besar.
2) Dalam satu periode dari kiri ke kanan, jari jari atom semakin kecil.

2.Energi Ionisasi

Energi ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari suatu atom netral dalam wujud gas. Energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron kedua disebut energi ionisasi tingkat kedua. Besarnya energi ionisasi unsur unsur dalam keperiodikan dapat disimpulkan sebagai berikut
1) Dalam satu golongan dari atas ke bawah , energi ionisasi semakin berkurang.
2) Dalam satu periode dari kiri ke kanan, energi ionisasi cenderung bertambah

3.Afinitas Elektron

Afinitas elektron adalah energi yang dibebaskan oleh atom yang berwujud gas jika menerima sebuah elektron. Afinitas elektron digunakan untuk mengisolasi atom dan proses tersebut biasanya menghasilkan panas. Apabila atom menangkap elektron, maka atom bermuatan negatif. Semakin besar energi yang dilepaskan suatu atom, semakin mudah atom atom tersebut menangkap elektron.
1)Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, afinitas elektron cenderung semakin besar.
2)Dalam satu golongan, dari bawah ke atas afinitas elektron cenderung semakin besar.

4.Keelektronegatifan

Keelektronegatifan adalah kecenderungan suatu unsur untuk menarik elektron sehingga bermuatan negatif. Keelektronegatifan berkaitan dengan afinitas elektron dan energi ionisasi.
1) Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, keelektronegatifan semakin besar.
2) Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, keelektronegatifan semakin kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar